Provinsi Bengkulu 18/3/2025 swara-terkini.com sejak pemerintahan presiden Prabowo Subianto sudah banyak mafia berkedok pejabat yang mencuri baik di kalangan pemerintah pusat maupun di provinsi dan kabupaten kota, khususnya dan kabupaten / kota pada umumnya sudah sejak lama jadi sorotan pihak KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi) tanpa memandang bulu untuk memberantas korupsi baik kejaksaan agung maupun polri RI
Dugaan berbagi jatah kue dan sepertinya “ATENSI” di kota Bengkulu khususnya di Instansi Dinas Kependudukan Catatan Sipil ( Disdukcapil ) terendus adanya dugaan korupsi atau mark-up yang dilakukan oleh salah satu Pegawai di Disdukcapil kota Bengkulu.
Pasalnya dari apa yang dilihat dan didengar pihak Disdukcapil telah mengalami perubahan karena perekaman pemula akan diberikan hadiah berupa Jaket berbahan kaos.
Dari data audit yang diperoleh tim media, seorang ASN ( Aparatur Sipil Negara ) Disdukcapil Kota Bengkulu dengan sengaja mengambil pengadaan dengan melakukan MoU kepada pihak penyedia.

Saat dikonfirmasi PPTK Disdukcapil Lili Kartika Sari melalui pesan whatsapp nya ” Terkait gebrakan dukcapil bagi pemula pembuatan E.KTP, pihak dukcapil memberikan hadiah berupa Jacket, terindikasi adanya permainan atau MARK-UP biaya pada penyediaan jaket tersebut dengan anggaran sebesar 300 juta angka yang luar biasa, dan disinggung Berapa pcs jaket yang dibuat oleh pengadaan dari PPTK Lili memberikan jawaban ” Anda datang temui sayo biar dapat informasi yg valid, terserah pagi jam 9 bisa”
Diminta kepada APH ( Aparat Penegak Hukum ) yang ada di kota Bengkulu khususnya agar mengikuti instruksi presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan korupsi yang ada di Indonesia khususnya di kota Bengkulu dan di provinsi Bengkulu, tegas presiden Prabowo Subianto jangan coba -coba melakukan korupsi di bawah kepemimpinan pemerintah Republik Indonesia saat ini, dan sikat bagi oknum ASN yang melakukan Mark-up. angaran APBN maupun APBD tegas presiden Prabowo
(Episode selanjutnya- TIM redaksi Dedy Koboy)













