Berita  

Kasus Hibah KONI Memanas di Berbagai Daerah, Bengkulu Ikut Disorot

Bengkulu – swara-terkini.com 21 Agustus 2025-Polemik pengelolaan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kembali mencuat di berbagai daerah. Setelah sejumlah provinsi diguncang isu penyalahgunaan anggaran hibah, kini sorotan publik juga mengarah ke KONI Bengkulu yang pada tahun anggaran 2024 menerima kucuran dana sebesar Rp5 miliar dari APBD Provinsi Bengkulu.

Masyarakat mempertanyakan sejauh mana transparansi penggunaan dana tersebut. Pasalnya, isu serupa di beberapa provinsi lain memperlihatkan bahwa dana hibah untuk KONI rawan disalahgunakan, mulai dari indikasi mark-up kegiatan hingga laporan pertanggungjawaban yang tidak sesuai fakta di lapangan.

“Jangan sampai dana yang seharusnya untuk mendukung prestasi atlet justru dipakai untuk hal-hal di luar kepentingan olahraga. Kasus di provinsi lain sudah jadi pelajaran, sekarang kita harus cermat mengawasi di Bengkulu,” ujar salah seorang warga yang menilai pengelolaan dana hibah perlu diaudit lebih ketat.

Seiring munculnya tanda tanya publik, Badan Pengawas Aset Negara (BPAN) Bengkulu juga ikut bersuara. Organisasi kepemudaan ini menegaskan bahwa audit ulang terhadap penggunaan dana hibah KONI tahun 2024 wajib dilakukan agar tidak menimbulkan kecurigaan berkelanjutan.

“Di banyak daerah, dana hibah KONI menjadi sorotan karena terindikasi tidak transparan. Kami tidak ingin Bengkulu mengalami hal yang sama. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah provinsi dan aparat penegak hukum untuk melakukan audit ulang terhadap penggunaan Rp5 miliar dana hibah KONI Bengkulu,” tegas perwakilan BPAN.

BPAN menilai, tanpa audit yang independen dan terbuka, kepercayaan publik terhadap lembaga olahraga akan terus tergerus. Padahal, dana hibah tersebut sejatinya adalah amanah rakyat yang harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga daerah.

Pihak Media sudah berupaya menghubungi Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Dedy Irmansyah atau yang sering dikenal dengan sebutan Dedy Black, untuk meminta klarifikasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum dapat memberikan jawaban karena sedang berada di luar kota.

(Redaksi/Maya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *