Berita  

Hubungan Asmara Gelap Oknum Guru PPPK Dan Kepala Sekolah SD Menjadi Perhatian Publik

Bengkulu Kepahiang – swara-terkini.com 30/3/2025 viral nya pemberitaan oknum P3K dan kepala sekolah SD di kabupaten Kepahiang akhir akhir ini membuat warga Bengkulu bertanya tanya khusus warga kabupaten Kepahiang setempat, Sebuah pengakuan mengejutkan datang dari seorang oknum guru PPPK SMP Negeri Kabupaten Kepahiang, MT, yang mengungkapkan telah menjalin hubungan gelap dengan seorang pria beristri. Dalam wawancara eksklusif dengan awak media, MT membeberkan detil hubungan asmara terlarang yang melibatkan kepala Sekolah SD Negeri Kepahiang, BW.

Pengakuan MT ini langsung menghebohkan publik dan viral di media sosial. Dikatakan bahwa BW, yang sudah berkeluarga dan memiliki empat anak itu, kerap mengirimkan pesan-pesan mesra dan romantis kepada MT. Dalam percakapan yang bocor, BW menyatakan di pesan nya, “Ya, tapi jawab dulu, kalau aak minta dan ayang kasih, Aak tetap sayang dan akan menjadi beban aak, aak dak biso meninggalkan ayang begitu saja, walau aak beristri.”

“MT mengungkapkan bahwa inisial pria tersebut adalah BW, sambil memberikan nomor kontaknya, yakni 0822-7886-XXXX. MT juga menyebutkan bahwa BW memiliki empat orang anak. Menariknya, istri dari BW yang juga bekerja sebagai guru di salah satu SD Negeri di Kepahiang.”

Meskipun sudah sadar akan status BW yang sudah menikah, namun MT belum bisa move on, ia tidak bisa menahan perasaannya. “Aku nggak perduli ada perjanjian apa, itu nggak penting bagi aku, Mana lagi surat perjanjian itu dibuat tidak bermatrai, Kepsek telpon aku tidak perdulu kini, Aku Cuma mau tanggung jawab kamu tauh,” Jelas MT dalam pengakuannya.

“MT juga mengungkapkan respons pria beristri yang sempat menjalin hubungan asmara dengannya. Menurut MT, pria tersebut sering berpura-pura akan pingsan atau terkena serangan jantung setiap kali terdesak, terutama saat persoalan aibnya akan diungkapkan ke media sosial oleh MT.”

“Intinya kamu tahu maunya aku dari awal aku mau nikah”, Oh iya lah, Memang seharusnya aku hadapi sendiri. kalau kamu mau bantu memang mau bantu, bukan karna apapun, Terima Kasih,“ katanya MT kepada awak media sekali lagi.

“Yang lebih mencengangkan lagi, setelah terungkapnya hubungan tersebut, Saat dikomfirmasi Awak Media, MT mengungkapkan bahwa BW sempat memberikan uang sebagai “tutup mulut” agar masalah ini tidak berkembang lebih jauh. MT mengaku bahwa uang tersebut masih utuh dan belum digunakan. Bahkan, pada saat pemberian uang itu, MT tidak menerimanya langsung. Uang tersebut malah diletakan di kursi oleh BW,”

“Ia membocorkan hal ini karena BW berusaha melepaskan diri dari lingkaran masalah tersebut, dengan cara menutup mulutnya menggunakan sejumlah uang, agar persoalan ini tidak berkembang lebih jauh,”Tegas MT.

Tidak hanya itu, hubungan yang semula terjalin secara pribadi kini terungkap ke publik, dan warganet pun mulai bertanya-tanya apakah ini benar-benar fakta ataukah sebuah skenario yang disetting. Sebagian besar netizen meragukan kebenaran informasi ini, namun pihak media yang memverifikasi kejadian tersebut menegaskan bahwa berita ini bukan hoax

Dalam perkembangan terbaru, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepahiang, Dr. Hartono, menegaskan akan menyelusuri fakta yang ada, apakah ini benar atau hanya info yang belum tersentuh kebenaranya andai ini fakta kita akan memberikan sanksi tegas jika ini terbukti, adanya penyalahgunaan wewenang oleh oknum guru PPPK dan kepala sekolah yang terlibat dalam kasus ini. “Kami akan proses dan tindak tegas oknum guru dan kepala sekolah tersebut,” sekda Kepahiang juga mengatakan kepada awak media apa bila ada unsur pemerasan yang terindikasi ada upaya untuk pemerasan jelas hukum mengatur ada pidana nya dan akan tidak menutup kemungkinan pemecatan katanya dalam pernyataan resmi dengan Tim awak media, Rabu (19/03/2025) Lalu.

Menurut, Hartono pihaknya sudah tauh oknum guru dan kepala sekolah tesebut meskipun MT dan BW adalah pegawai dengan status yang berbeda, pihaknya tidak akan segan untuk melakukan pemecatan jika keduanya terbukti bersalah. “Mau dia PNS atau guru honorer, kalau terbukti, kami akan memberi sangsi tegas sesuai UU yang berlaku” ujar Hartono menekankan.

“Ketika awak media mencoba mengonfirmasi pengakuan MT kepada Kepala Sekolah SD Negeri Kepahiang mengenai chat mesra dan foto setengah bugil yang dikirim oleh MT, oknum guru PPPTK, BW akhirnya mengakui bahwa dia adalah orang dalam foto tersebut.

Namun, selanjutnya, Saat awak media mengajukan pertanyaan mengenai dugaan hubungan asmara gelap dan chat mesra tersebut, BW hingga kini belum memberikan klarifikasi terkait tuduhan ini. Saat awak media mencoba menghubunginya kembali, pesan WhatsApp dari wartawan langsung diblokir oleh BW, menghindari konfirmasi lebih lanjut. menambah kesan adanya upaya untuk menutupi kebenaran.

Kasus hubungan gelap antara MT dan BW bukan hanya mengganggu kehidupan pribadi mereka, tetapi juga mencoreng dunia pendidikan. Banyak warga dan netizen yang merasa kecewa, apalagi ketika melibatkan pejabat publik yang seharusnya menjadi contoh teladan bagi generasi anak bangsa,

Selain itu, sejumlah pihak juga mempertanyakan apakah ada pejabat lain yang ikut campur dalam upaya penutupan mulut ini, mengingat adanya perjanjian dan pemberian uang yang disebutkan oleh MT.

“Di sisi lain, saat awak media mengkonfirmasi kepada Ketua LSM Konsorsium Nasional, Saipul Anwar, menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengkaji ulang data terkait dugaan hubungan gelap antara oknum guru PPPK dan Kepala Sekolah di Kabupaten Kepahiang. Saipul menyayangkan peristiwa yang telah mencoreng nama baik Dinas Pendidikan setempat.

“Jika bukti yang ada cukup, kami akan segera menyurati dinas terkait agar persoalan ini bisa terang benderang di publik dan tidak abu-abu lagi, dan tidak menjadi isu yang samar, usai surat laporan kami masuk ke pihak terkait silahkan seluruh media tulis judul berita sekolahan SD negeri yang tepat, Jangan di samarkan lagi,” tegas Saipul.

Saipul menambahkan, jika terbukti, LSM Konsorsium Nasional akan mendesak pemberian sanksi tegas, seperti pemecatan, terhadap oknum guru dan Kepala Sekolah yang terlibat. “Kami tidak akan mentolerir hal ini. Pemerintah harus bertindak adil, tanpa berpihak,” ujar Saipul.

Jika laporan ini tidak mendapat perhatian serius, Saipul mengancam akan menggelar aksi damai di depan kantor Bupati untuk mendesak agar laporan ini segera ditindaklanjuti. “Kami tidak akan diam. Laporan ini harus ditanggapi, atau kami akan turun ke jalan,” tegasnya

Di kutip dari media Flamboyannews

(Redaksi Dedy Koboy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *