Bengkulu Utara swara-terkini.com 18/05/2025. Suasana Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara, memanas setelah Badan Permusyawaratan Desa (BPD) secara resmi melaporkan Kepala Desanya, Agung Hartodi, ke Kejaksaan Negeri. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2023 dan 2024, serta dugaan keterlibatan dalam kasus asusila.
Dalam laporan BPD, Agung Hartodi dinilai tidak transparan dan tidak akuntabel dalam pengelolaan anggaran desa selama masa kepemimpinannya. Warga yang mulai curiga dengan realisasi anggaran yang tidak sesuai harapan, menyampaikan aduan kepada BPD. Setelah dilakukan penelusuran, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan desa.
Dugaan korupsi ini diperkuat dengan adanya indikasi penggunaan dana desa untuk membayar denda kasus asusila sebesar Rp80 juta yang melibatkan Kepala Desa. Selain itu, berbagai prosedur administratif, seperti pelaksanaan RKP (Rencana Kerja Pemerintah Desa), pelaporan tidak dilakukan secara semestinya. Kaur keuangan bahkan diminta mengumpulkan tanda tangan warga dari rumah ke rumah, tanpa melalui forum resmi.
Untuk Tahun Anggaran 2022, tercatat total Dana Desa sebesar Rp985.868.000 dengan tahapan penyaluran sebagai berikut:
• Tahap 1: Rp445.508.320
• Tahap 2: Rp236.608.320
• Tahap 3: Rp303.851.360
Realisasi kegiatan antara lain:
• Insentif kader posyandu dan kelas lansia: Rp45.664.000
• Desa siaga kesehatan: Rp18.870.000
• Penyuluhan dan pelatihan masyarakat: Rp44.869.600
• Pengerasan jalan lingkungan/gang: Rp213.766.500
• Pemeliharaan sambungan air bersih (pipanisasi): Rp68.716.000
• Pembuatan sumur bor: Rp45.858.750
• Pelatihan dan pembuatan film dokumenter: Rp24.800.000
• Sarana aset tetap perkantoran pemerintah: Rp68.600.000
• Beberapa pos keadaan mendesak: masing-masing Rp52.200.000
• Pengawas jadwal ronda: Rp40.000.000
Tahun 2023, dengan pagu anggaran sebesar Rp735.274.000, digunakan untuk:
• Rehabilitasi dan peningkatan jalan serta gorong-gorong: Rp175.000.000
• Pergeseran jalan desa: Rp99.999.200
• Insentif kader posyandu dan lansia: Rp27.600.000
• Beberapa pos keadaan darurat: masing-masing Rp36.000.000
• Pengadaan alat produksi dan pengolahan peternakan (kandang, dll): Rp143.926.000
Sementara itu, Tahun Anggaran 2024 memiliki pagu Rp742.384.000, dengan salah satu realisasi besar adalah pengadaan alat produksi dan pengolahan peternakan (kandang) sebesar Rp214.000.000.
Ketua BPD Desa Pagar Ruyung menegaskan bahwa laporan kepada Kejaksaan dibuat atas dasar desakan masyarakat dan bukti-bukti kuat dari hasil pengawasan internal. Sebelumnya, pihak kecamatan telah memanggil Kepala Desa, namun yang bersangkutan tidak hadir. Kini, selain ke Kejaksaan, BPD juga berencana menghadap Dinas terkait di Pemerintah Daerah hingga Bupati Bengkulu Utara.
BPD berharap aparat penegak hukum dapat segera menyampaikan laporan ini demi keadilan dan kepastian hukum bagi warga Desa Pagar Ruyung.
Redaksi/Hendra














666dgame is kinda addictive, ngl. If you’re into these games, give it a go. Here you can find it: 666dgame
Checking out kingpk999game. The initial impressions are good. Lots of options to choose from Hopefully, it´s my lucky day! You have to try kingpk999game.
Alright mates, just had a go at ku66 and gotta say, not too shabby! Games run smooth and the site’s easy enough to navigate. Worth a punt if you’re looking for something new. Check it out ku66 lads!