Foto Penangkapan Beredar, Bantahan BNNP Bengkulu Tuai Pertanyaan Publik

Foto Penangkapan Beredar, Bantahan BNNP Bengkulu Tuai Pertanyaan Publik

{"ARInfo":{"IsUseAR":false},"Version":"1.0.0","MakeupInfo":{"IsUseMakeup":false},"FaceliftInfo":{"IsChangeEyeLift":false,"IsChangeFacelift":false,"IsChangePostureLift":false,"IsChangeNose":false,"IsChangeFaceChin":false,"IsChangeMouth":false,"IsChangeThinFace":false},"BeautyInfo":{"SwitchMedicatedAcne":false,"IsAIBeauty":false,"IsBrightEyes":false,"IsSharpen":false,"IsOldBeauty":false,"IsReduceBlackEyes":false},"HandlerInfo":{"AppName":2},"FilterInfo":{"IsUseFilter":false}}

BENGKULU, swara-terkini.com 24/03/2026– Beredarnya foto dan rekaman saat proses penindakan di kawasan pintu tol Bengkulu–Taba Penanjung memicu polemik baru di tengah masyarakat. Dalam dokumentasi tersebut terlihat sejumlah aparat melakukan penggeledahan kendaraan hingga mengamankan beberapa orang yang diduga terkait kasus pesta narkoba yang menyeret oknum anggota DPRD Kota Bengkulu.

Dalam gambar yang beredar, tampak petugas berseragam melakukan pemeriksaan terhadap sebuah mobil berwarna merah di area gerbang tol. Beberapa orang juga terlihat diamankan dan dibawa keluar dari kendaraan, sementara situasi di lokasi dijaga ketat aparat. Dokumentasi ini semakin menguatkan dugaan bahwa memang telah terjadi tindakan penegakan hukum di lokasi tersebut.

Namun di tengah kuatnya bukti visual yang beredar, BNN Provinsi Bengkulu justru memberikan pernyataan berbeda. Melalui Kepala Bidang Pemberantasan, Alexander S. Soeki, ditegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kegiatan apa pun terkait peristiwa tersebut.

Mengutip dari Bengkulutoday.com, ia menyampaikan, “BNNP tidak ada kegiatan, Adinda,” saat dikonfirmasi pewarta. Pernyataan ini berbanding terbalik dengan fakta di lapangan yang terekam dalam foto maupun video yang telah tersebar luas.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah publik. Di satu sisi, terdapat bukti visual yang menunjukkan adanya penindakan dan pengamanan di lokasi kejadian. Namun di sisi lain, institusi yang disebut-sebut terlibat justru membantah keterlibatan tersebut.

Aparat penegak hukum lainnya sebelumnya sempat mengakui adanya aktivitas di lokasi kejadian, meski hanya disebut sebatas membantu. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai pihak utama yang melakukan operasi, termasuk instansi mana yang bertanggung jawab atas penangkapan tersebut.

Situasi yang tidak sinkron ini memicu berbagai spekulasi, mulai dari dugaan miskomunikasi antar lembaga hingga asumsi adanya upaya penutupan informasi. Minimnya penjelasan resmi terkait kronologi, pihak yang terlibat, serta status hukum para pihak yang diamankan semakin memperkeruh keadaan.

Sejumlah kalangan menilai, keberadaan bukti visual seharusnya menjadi dasar bagi aparat untuk memberikan klarifikasi yang lebih terbuka dan komprehensif. Transparansi dinilai penting agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap proses penegakan hukum.

Desakan pun terus menguat agar BNN Provinsi Bengkulu bersama aparat terkait segera menyampaikan keterangan resmi secara utuh. Publik berharap adanya penjelasan yang tidak hanya menjawab polemik, tetapi juga memastikan bahwa penanganan kasus berjalan secara profesional dan akuntabel.

Hingga saat ini, fakta di lapangan dan pernyataan resmi masih belum menemukan titik terang, sementara penelusuran lebih lanjut terus dilakukan untuk mengungkap kejelasan di balik peristiwa tersebut.

Redaksi/Dedy Koboy

Respon (10)

  1. Right, tried ph235. It felt pretty average to me. Games are ok I guess, but I’ve seen better. Have a look at ph235 if you like, see if you think different!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *