Bengkulu Utara, swara-terkini.com 30/09/2025– Setelah publik dihebohkan dengan temuan proyek mangkrak di Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara tahun anggaran 2024, kini perhatian masyarakat kembali tersedot pada proyek besar yang digulirkan pemerintah daerah. Proyek perbaikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Arga Makmur dengan nilai kontrak mencapai Rp10,276 miliar tengah menjadi buah bibir di kalangan warga.
Proyek ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2025 dan dikerjakan oleh kontraktor CV Quality Utama. Berdasarkan papan informasi kegiatan, pekerjaan dijadwalkan dimulai pada 1 Juli 2025 dengan masa pengerjaan selama 180 hari kalender di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.

Meski sudah dimulai, fakta di lapangan menunjukkan adanya kendala. Proyek yang menghabiskan anggaran fantastis ini tercatat sempat tidak berjalan selama dua minggu, sehingga menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat mengenai komitmen pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.
Masyarakat menyambut baik adanya pembangunan ini, karena air bersih merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting. Namun, kekhawatiran mulai bermunculan. “Kalau benar-benar selesai tepat waktu dan hasilnya bagus, tentu kami sangat terbantu. Tapi kami juga khawatir, jangan sampai kasus manngkrak terulang,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi.
Ketua Lentera, Tomy Hardianto, S.Kom, ikut angkat bicara mengenai kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa pengawasan harus dilakukan secara ketat agar pelaksanaan berjalan transparan. “Kami mendukung penuh pembangunan SPAM IKK Arga Makmur ini, namun perlu diingat bahwa proyek sebesar Rp10 miliar harus benar-benar dikerjakan dengan baik. Jangan sampai ada indikasi pemborosan anggaran atau kualitas pekerjaan yang rendah. Apalagi sempat berhenti dua minggu, ini jelas harus menjadi perhatian serius,” tegas Tomy.
Ia juga menambahkan bahwa kegagalan akan ikut sertakan perkembangan proyek ini di lapangan. “Kami ingin memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah dan kontraktor jangan main-main dengan kebutuhan dasar seperti air bersih,” lanjutnya.
Publik kini berharap apakah proyek ini mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih atau justru menambah daftar panjang persoalan pembangunan di Kabupaten Bengkulu Utara.
Redaksi/Hendri













