Bengkulu, 5 Mei 2025 swara-terkini.com— Aktivitas penumpukan batu bara (stockpile) di sepanjang alur sepadan pantai dan kawasan hutan mangrove Pulau Bai, Kota Bengkulu, menimbulkan kekhawatiran serius dari berbagai pihak. Beberapa perusahaan yang menjalankan kegiatan tersebut diduga belum memenuhi syarat legalitas yang sesuai dengan regulasi, serta mengabaikan dampak lingkungan yang sangat besar terhadap masyarakat dan ekosistem.

Berdasarkan hasil investigasi tim media bersama sejumlah lembaga lingkungan, ditemukan tumpukan batu bara di wilayah sepadan pantai hutan mangrove yang seharusnya dilindungi. Sejumlah pelanggaran terindikasi, seperti tidak adanya jaring penahan debu secara menyeluruh, ketiadaan fasilitas pengelolaan air limpasan, serta belum adanya tempat penampungan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Kondisi ini menciptakan risiko pencemaran yang serius terhadap tanah, air, udara, dan kehidupan laut di sekitar wilayah tersebut.
Upaya konfirmasi kepada Ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Bengkulu (APBB), Sutarman, telah dilakukan melalui panggilan telepon dan pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan.
Dampak lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan stockpile batu bara di kawasan pesisir tersebut tergolong sangat merugikan. Berikut ini adalah dampak yang telah teridentifikasi:
1. Pencemaran Udara
Debu batu bara mengandung senyawa berbahaya seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) yang berisiko tinggi terhadap kesehatan manusia. Debu halus yang terhirup dapat memicu penyakit pernapasan, seperti asma, batuk kronis, hingga radang paru-paru.
2. Pencemaran Air
Air limpasan dari tumpukan batu bara yang tidak ditangani dengan baik dapat membawa asam dan logam berat ke sungai, danau, hingga laut. Hal ini mengancam kehidupan biota air dan dapat mencemari sumber air warga.
3. Pencemaran Tanah
Debu batu bara yang jatuh ke permukaan tanah mengubah struktur dan kandungan tanah. Tumbuhan menjadi sulit tumbuh, dan tanah bisa menjadi tidak subur serta membahayakan kesehatan masyarakat jika tercemar logam berat.
4. Dampak Terhadap Kesehatan
Masyarakat sekitar berisiko tinggi mengalami gangguan pernapasan, iritasi kulit, bahkan paparan jangka panjang terhadap partikel batu bara dapat menyebabkan penyakit kronis seperti kanker.
5. Dampak Terhadap Ekosistem Laut
Tumpahan batu bara ke laut dapat membunuh organisme laut, mengganggu habitat terumbu karang, dan berdampak langsung pada mata pencaharian nelayan karena menurunnya hasil tangkapan.
6. Dampak Terhadap Ekonomi Lokal
Penurunan kualitas lingkungan mengurangi daya tarik wisata pesisir, mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, dan menurunkan produktivitas akibat meningkatnya masalah kesehatan.
Seiring dengan meningkatnya kekhawatiran masyarakat dan pegiat lingkungan, tim media terus menggali informasi dan menantikan langkah konkret dari pihak pemerintah maupun penegak hukum untuk meninjau ulang izin dan legalitas aktivitas stockpile batu bara di kawasan pesisir tersebut.
(Redaksi Dedi Koboy)












