Dua Tukang Bangunan Tersengat Listrik di Seluma, Satu Meninggal Dunia, Desakan Pengusutan Muncul

Seluma, swara-terkini.com 05/– Kecelakaan kerja yang melibatkan pekerja bangunan terjadi di wilayah Napal Jungur, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang tukang bangunan tersengat aliran listrik tegangan tinggi, dengan satu di antaranya meninggal dunia.

Korban meninggal diketahui bernama Raswan (46), warga Desa Lubuk Terentang. Insiden terjadi pada Sabtu pagi, sekitar pukul 09.30 WIB, saat korban tengah membantu proses pembangunan ruko milik warga setempat, Doni Afrianto.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula ketika Raswan sedang meluruskan besi cor di lokasi pembangunan. Tanpa disadari, besi yang dipegangnya mengenai kabel listrik bertegangan tinggi yang berada tidak jauh dari area kerja. Kontak tersebut seketika mengalirkan listrik ke tubuh korban.

Seorang warga, Susi Suryadi, yang mengetahui kejadian tersebut menjelaskan bahwa saat itu korban tidak menyadari posisi besi yang terlalu dekat dengan kabel listrik. “Dia sedang meluruskan besi, tapi tidak sadar besi itu menyenggol kabel listrik,” ungkapnya.

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk lembaga BAPAN yang mendesak agar aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Mereka menilai terdapat hal-hal yang perlu diklarifikasi, terutama terkait standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

Selain itu, pihak yang bertanggung jawab dalam pekerjaan tersebut, termasuk kepala tukang bernama Bahudin, diminta memberikan keterangan secara jujur terkait kejadian yang menewaskan salah satu pekerja tersebut. Tanggung jawab terhadap keselamatan pekerja juga disorot, mengingat aturan mengenai perlindungan tenaga kerja telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja serta Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 terkait jaminan sosial ketenagakerjaan.

Hingga kini, kasus kecelakaan kerja tersebut masih menjadi perhatian masyarakat setempat yang berharap adanya kejelasan serta langkah tegas dari pihak berwenang guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Redaksi/Dedy Koboy

Respon (72)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *